Showing posts with label Kinara. Show all posts
Showing posts with label Kinara. Show all posts

Monday, August 24, 2009

Kebohongan Malaysia Mengklaim tari Pendet


Lagi-lagi kebohongan Malaysia membuat geram Indonesia setelah tarian Pendet dari Bali jadi iklan sponsor pariwisata Malaysia yang sekarang telah dicabut penayangannya di discoverychanelasia.com.
Malaysia tidak mengakui bahwa penayangan iklan sponsor tersebut bukan dari pihak pemerintah melainkan pihak swasta. Meskipun demikian Indonesia menuding bahwa Malaysia telah mengklaim tarian Pendet tersebut jadi milik Malaysia.
Jeroan watjik memberikan ketegasan kepada pemerintah Malaysia untuk mengklarifikasi apa yang telah diperbuat pada tarian Pendet, tindakan Jeroan watjik ini akankah menjadi bahan untuk Malaysia agar mengusut secara tuntas.
Ketika budayawan Riau, Ashar menjelaskan bahwa kultur Hindu tidak ada dalam kultur Melayu, Jadi maksudnya adalah bahwa budaya Hindu yang dibawa oleh orang Bali yang berkembang dari tahun 50-an tak satupun mentransformasikan budaya Hindu ke wilayah Melayu.
Kultur Melayu memang sangat jauh berbeda dari kultur Hindu Bali. Menilik kebelakang kultur Bali pada waktu zaman kerajaan Mataram Majapahit di Jawa terjadi transformasi disini dan sejarah Indonesia pun telah mencatatnya.
Dan tarian Pendet itu sendiri adalah karya budaya orang Bali, ketika dalam transformasi budaya Bali itulah perkembangannya menjadi ikon Indonesia terutama bidang pariwisata.
Karya cipta orang Bali sendiri ketika prospek pariwisata tumbuh pesat disitu dengan tujuan untuk penghormatan para tamu ketika menginjakkan di tanah Bali.
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius.
Tarian ini diajarkan sekedar dengan mengikuti gerakkan dan jarang dilakukan di banjar-banjar. Para gadis muda mengikuti gerakkan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik.
Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, kaum wanita dan gadis desa.
Tari putri yang memiliki pola gerak yang lebih dinamis dari tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan, ditampilkan setelah tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangku, kendi, cawan dan perlengkapan sesajen lainnya.


Read rest of entry

Wednesday, July 29, 2009

Sekeliling karya Indonesia yang terpatenkan

"Bukan lautan hanya kolam susu" dan "Kayu jadi tanaman" adalah salah satu petikan lagu yang menjadi sindiran untuk orang-orang yang mau berfikir tentang kekayaan Bangsa Indonesia dari seorang pencipta lagu tersebut, seorang pengabdi, pengabdi pada Bangsa Indonesia. Apakah beliau mencipta lagu itu atas dasar kebetulan ataukah dengan rasa komersial?. Dengan rasa hormat kepada seorang pengabdi, penghargaan apa yang telah engkau terima selama ini ataukah cukup dengan menorehkan tinta emas diatas kertas hitam?
Masih banyak mereka-mereka yang menulis dengan tinta emas untuk bumi Indonesia. Tulisan-tulisan mereka menjadi salah satu ikon Indonesia, mereka menulis sebuah karya, karya mereka adalah sebuah bentuk dan bentuk karya mereka adalah sebuah budaya Indonesia. Itu jelas menjadi salah satu ikon Indonesia, seperti kain batik, musik keroncong serta artefak yang lain.
Tertulis dalam sebuah situs internet di-http://budaya-indonesia.org ada beberapa item yang hilang terpatenkan oleh oknum dari negara-negara seberang. Data tersebut cukup buat tolok ukur bagi seorang penulis tinta emas ataukah bagi Dinas Pemerintahan? Disinilah letak dilemanya, bukan hanya sang penulis dan pemerintah melainkan dengan para penikmatnya. Dengan rasa kesadarannya para penikmat mungkin bisa melakukan sesuatu untuk menjaga, memelihara dan mengembangbiakkan item-item tersebut agar tak lekang oleh usia.
Dasar pendidikan adalah sebuah momentum yang tepat untuk menjaga, memelihara dan mengembangkanya karya-karya yang bernilai. Untuk itu dasar pendidikan menjadi moralitas yang menjadi momok, menakutkan tetapi tidak takut untuk membebani dirinya dengan moral keliru yang mereka cari sendiri.
Read rest of entry

Lanjutan dari halaman diatas

 

My Blog List

Top Post

Widget by Kinarakinari

Followers

Kinarakinari Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by N Ryadin S Sponsored by Online Business Journal